Teknologi Tepat Guna Mesin Penghalus Arang Untuk Meningkatkan Produktivitas Pembuatan Briket

Teknologi Tepat Guna Mesin Penghalus Arang Untuk Meningkatkan Produktivitas Pembuatan Briket

Surabaya (29/11) Kegiatan Pengabdian Masyarakat yang diselenggarakan oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya (Untag SBY) berhasil melaksanakan program inovasi Teknologi Tepat Guna (TTG) berupa pembuatan Mesin Penghalus Arang yang berfokus untuk membantu masyarakat dalam peningkatan produksi briket. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Sub Kelompok 3 Program Pemberdayaan Masyarakat NR 5 Kelurahan Darmo yang berlokasi di RW 05, dengan ketua pelaksana Aldo Fadra Witanto. Program ini hadir sebagai bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam menjawab permasalahan yang ada di lingkungan masyarakat, khususnya dalam proses pengolahan arang yang selama ini masih dilakukan secara manual dan membutuhkan waktu yang cukup lama.

Mesin penghalus arang ini diharapkan mampu memberikan kemudahan bagi pelaku usaha briket dalam meningkatkan efisiensi pekerjaan. Dengan adanya inovasi ini, masyarakat dapat menghaluskan arang hanya dalam hitungan menit serta menghasilkan tekstur halus yang lebih baik dibandingkan metode tradisional. Selama pelaksanaan kegiatan, mahasiswa memberikan sosialisasi mengenai cara penggunaan mesin, dilanjutkan dengan demonstrasi secara langsung kepada warga. Masyarakat terlihat sangat antusias dan aktif mencoba alat yang telah dirancang tersebut karena dapat mengurangi beban kerja serta meningkatkan potensi produktivitas usaha pembuatan briket di wilayah RW 05.

Selain demonstrasi, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai langkah-langkah pengoperasian yang aman, prosedur perawatan mesin agar tetap awet digunakan dalam jangka panjang, serta penjelasan mengenai peluang pengembangan usaha briket sebagai energi alternatif yang ramah lingkungan. Warga menyampaikan bahwa program ini sangat bermanfaat karena dapat membuka peluang peningkatan ekonomi keluarga dan mendorong pemanfaatan limbah arang yang sebelumnya kurang termanfaatkan. Mereka juga berharap agar inovasi teknologi seperti ini dapat terus dikembangkan dan dilakukan secara berkelanjutan di masyarakat.

Disini kami juga melakukan pemantauan langsung terhadap hasil olahan arang yang diproduksi dengan alat tersebut . Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa mesin benar-benar memberikan peningkatan kualitas bubuk arang yang dihasilkan sehingga dapat menghasilkan briket yang lebih padat, memiliki daya rekat yang baik, serta menghasilkan pembakaran yang lebih optimal. Kegiatan evaluasi kecil ini juga membuka ruang diskusi antara mahasiswa dan warga untuk menyampaikan keluhan, saran, dan peluang pengembangan mesin agar lebih cocok digunakan sesuai kebutuhan masyarakat setempat.